SIDOARJO, 25 Mei 2026-Kegiatan Asistensi Mengajar yang berlangsung mulai
tanggal 9 Februari hingga 22 Mei 2026 ini merupakan implementasi dari program
Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program ini bertujuan untuk memberikan
pengalaman praktis bagi mahasiswa di dunia kependidikan serta memberikan
kontribusi nyata dalam proses pembelajaran di sekolah mitra. Sejalan dengan
upaya menciptakan generasi bangsa yang kompeten, kreatif, dan kompetitif dalam
menghadapi tantangan global, program ini menjadi jembatan antara teori di bangku
perkuliahan dengan realitas praktik di lapangan kerja.
Distribusi Penugasan Mahasiswa didistribusikan
ke dalam dua program keahlian, yaitu Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan
(DPIB) dan Teknik Konstruksi dan Perumahan (TKP) dengan pembagian 2 Mahasiswa di TKP dan 6 Mahasiswa fokus pada DPiB.
Pada awal masa penugasan, mahasiswa melakukan orientasi
lingkungan sekolah untuk memahami ekosistem pendidikan di SMK Negeri 1
Sidoarjo. Kegiatan orientasi meliputi pengenalan sarana dan prasarana penunjang
pembelajaran, seperti ruang kelas, laboratorium komputer, bengkel kayu, serta
ruang kantor guru. Selain itu, mahasiswa melakukan observasi serta perkenalan
dengan guru-guru mata pelajaran lainnya yang relevan dengan bidang keahlian
DPIB dan TKP guna membangun sinergi komunikasi yang baik di lingkungan sekolah.
Selain fokus pada kegiatan akademik, mahasiswa AM UM juga aktif bersinergi dalam ekosistem
sekolah. Mereka terlibat langsung dalam mendampingi Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) siswa
kelas XII, mengelola administrasi sekolah di ruang Tata Usaha dan perpustakaan, memfasilitasi
kegiatan Classmeet dan ekstrakurikuler, hingga menyukseskan peringatan Hari Kartini serta Hari
Pendidikan Nasional.
Rangkaian program ini resmi diakhiri dengan upacara penjemputan sekaligus penyerahan
kembali mahasiswa oleh pihak SMK Negeri 1 Sidoarjo kepada Dosen Pembimbing Lapangan
UM pada Senin (25/5). Kolaborasi erat ini diharapkan mampu melahirkan generasi pendidik
masa depan yang profesional, sekaligus memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi
mutu pendidikan kejuruan di Indonesia.
Comments
Post a Comment